Home Kreativitas Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke 72

Peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke 72

5 min read
0
0
451

Institut KAPAL Perempuan, Sekolah Perempuan dan Aktivis Perempuan

“Kemerdekaan Perempuan untuk Kesetaraan dan Perdamaian”

Pada tanggal 17 Agustus 2017, sekitar 160 perempuan yang terdiri dari anggota Sekolah Perempuan dari Kelurahan Bidara Cina, Jatinegara Kaum, Rawajati, Institut KAPAL Perempuan, aktivis perempuan dan Pekerja Rumah Tangga (PRT) melakukan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 di Gelanggang Remaja, Jakarta Timur.

Misiyah (Direktur Institut KAPAL Perempuan) menjelaskan “kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan penghargaan terhadap kebhinekaan sebagai upaya pencegahan penguatan menurunnya nasionalisme dan intoleransi. Kami berharap, anggota Sekolah Perempuan dan para perempuan yang bekerja di komunitas-komunitas dapat menyebarkan nilai-nilai tersebut di lingkungannya. Jika tidak ada toleransi dan nilai kebhinekaan, perempuan yang akan mengalami dampak serius. Mereka akan didiskriminasi karena jenis kelaminnya dan mungkin juga karena suku, agamanya”
“Untuk meningkatkan sikap nasionalisme, kami lakukan dengan kegiatan upacara bendera, pembacaan ikrar perempuan untuk terus memperjuangkan kemerdekaan dan menyelenggarakan lomba Cosplay (Costum Play) dengan memakai pakaian khas pahlawan/tokoh nusantara khususnya perempuan. Mereka akan mengenal para pejuang tersebut dan mampu menginspirasi perjuangan perempuan ke depannya. Pahlawan/tokoh yang terpilih adalah Rohana Kudus, Nyi Ageng Serang, Malahayati, Siti Manggopoh, Maria Walanda Maramis, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, HR Rasuna Said, Cut Nyak Dhien, Siti Soendari, Marsinah, Emmy Saelan, Dewi Sartika, Maria Ulfa, Pocut Baren, Bung Hatta, Tan Malaka, Urip Sumohardjo dan lain-lain.

Kegiatan yang sama akan diselenggarakan di wilayah-wilayah yang telah didirikan Sekolah Perempuan, yaitu di Kabupaten Gresik (Jawa Timur), Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Pangkep/Pangkep (Sulawesi Selatan), Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara (NTB), Kabupaten Kupang (NTT) dan Kota Padang (Sumbar).
Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang diinisiasi oleh para perempuan di berbagai wilayah yang menjadi satu jaringan bersama ini dilakukan juga untuk menegaskan bahwa di dalam sebuah bangsa yang merdeka maka perempuannya juga harus merdeka. Untuk memperjuangkan kemerdekaan perempuan maka perlu ada campur tangan pemerintah dan DPR yang menjadi pendengar, penyampai aspirasi dan pelayan bagi rakyatnya. Untuk itu kami menyerukan dan mendesak kepada:

1. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk memperkuat pelaksanaan pengarusutamaan gender di berbagai kementrian dan lembaga untuk memastikan pemberdayaan perempuan, penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan perlindungan perempuan dilaksanakan di segala bidang.
2. Kementerian Agama memastikan bahwa nilai-nilai keagamaan yang berkembang di Indonesia menyebarkan nilai-nilai penghargaan terhadap keberagaman, toleransi dan penghargaan terhadap perempuan.
3. Kementerian Dalam Negeri untuk mencabut dan mencegah keluarnya peraturan-peraturan daerah yang diskriminatif terhadap kelompok tertentu dan perempuan.
4. Kementerian Hukum dan HAM untuk memastikan penghentian pelanggaran HAM terhadap kelompok-kelompok minoritas dan perempuan.
5. Kementerian Ketenagakerjaan untuk mencabut peraturan-peraturan yang mendiskriminasi buruh perempuan, membuat kebijakan tentang perlindungan PRT domestik dan PRT Migran.
6. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) segera mengesahkan berbagai Rancangan Undang-Undang yang melindungi perempuan, terutama RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender.
7. Presiden Joko Widodo, baik sebagai kepala negara dan sekaligus Duta “He for She” memastikan dan memberikan jaminan perlindungan perempuan di segala aspek kehidupan.

Jakarta, 17 Agustus 2017

Load More Related Articles
Load More By swarna
Load More In Kreativitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Peringati Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa Gelar Langendriyan bersama Sanggar Suluk Nusantara

Pertunjukan Seni dan Tari asal Jawa yang dikenal Langendriyan yang ditampilkan oleh Sangga…