Home Berita “Ngobrolin Indonesia”, Ruang Dialog Kebinekaan

“Ngobrolin Indonesia”, Ruang Dialog Kebinekaan

4 min read
0
0
495

Jakarta –  Forum ‘Ngobrolin Indonesia’ resmi diperkenalan  21 April 2018  sabtu lalu, di Attarine, Jakarta. Digerakkan oleh sekelompok anak muda yang berkomitmen untuk meningkatkan keterpaparan masyarakat terhadap nilai-nilai kebinekaan melalui dialog dalam platform media sosial dan pertemuan tatap muka rutin.Ajang ini merupakan inisiatif dari lintas generasi dan lintas sektor yang didirikan sebagai ruang inklusif untuk mendiskusikan kebinekaan di Indonesia. ‘Ngobrolin Indonesia’ mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk ambil bagian dalam mengisi ruang dialog kebinekaan demi terciptanya penerapan nilai-nilai kebinekaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peran generasi muda sangat vital untuk menciptakan ruang dialog serta mengajak teman-teman mereka untuk terlibat aktif di dalamnya. Terlebih lagi, kemajuan teknologi menjadi alat pendukung yang mampu memfasilitasi anak muda untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Dengan keterpaparan yang tinggi, kami optimis generasi muda dapat menjaga dan menerapkan nilai-nilai kebinekaan di masyarakat sehingga tercipta generasi muda Indonesia yang menghormati kebinekaan,” demikian ujar Dr. Nurmala Kartini Sjahrir, doktor di bidang antropologi yang saat ini menjadi perwakilan Indonesia untuk Dewan Penasihat ASEAN Institute for Peace and Reconciliation sekaligus perwakilan dari PPKK.

Perspektif lintas generasi dan lintas sektor bukan saja akan saling memperkaya,  tetapi juga akan saling menguatkan pemahaman isu kebinekaan dan keadilan. Hal ini menjadi dasar filosofis yang tertuang dalam logo Ngobrolin Indonesia yang dilambangkan dengan kapal kertas merah dan kapal terbang berwarna putih yang dihubungkan dengan seuntai benang putih. Konsep acara dialog dengan  memberikan kesempatan kepada para penanggap dan peserta untuk menyanggah, memberikan paparan singkat, mengungkapkan opini, dan berekspresi terhadap topik pembahasan yang menjadi tema dengan dibantu oleh seorang moderator.

Dalam kesempatannya Anindita Sitepu, aktivis muda pembangunan yang turut menjadi bagian dari tim inisiator Ngobrolin Indonesia,  menyampaikan  dasar pelaksanaan forum dialog.  “Meskipun populasi pemuda Indonesia saat ini cukup besar, pemahaman terkait kebinekaan perlu ditingkatkan. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) , 53 persen pemuda usia 17-29 tahun tidak dapat menerima pemimpin yang berbeda agama. Ada jurang penerimaan terhadap perbedaan yang kami rasa perlu diisi agar pemuda Indonesia dapat mengedepankan kebinekaan,”

Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa 24 persen populasi Indonesia terdiri dari pemuda . Dengan populasi usia produktif yang saat ini begitu tinggi, Badan Perencanaan Nasional memprediksi Indonesia akan mengalami bonus demografi di tahun 2030 dimana jumlah usia produktif akan lebih tinggi daripada usia tidak produktif. Masa depan Indonesia juga dipengaruhi oleh peran dan pemahaman pemuda terkait kebinekaan seiring dengan besarnya potensi pemuda sebagai pemimpin Indonesia.

 

Penulis :Sumarno

Load More Related Articles
Load More By swarna
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Peringati Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa Gelar Langendriyan bersama Sanggar Suluk Nusantara

Pertunjukan Seni dan Tari asal Jawa yang dikenal Langendriyan yang ditampilkan oleh Sangga…