Home Berita Ikuti INACRAFT 2018, Para Penyandang Difabel Berbagi Kisah Demi Bertahan Hidup Mandiri

Ikuti INACRAFT 2018, Para Penyandang Difabel Berbagi Kisah Demi Bertahan Hidup Mandiri

5 min read
0
0
593

Setiap manusia pasti memiliki kekurangan yang ada pada diri masing-masing. Walaupun menjadi makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, keterbatasan fisik dan kemampuan serta kelainan berpikir yang dialami, membuat manusia jauh dari kata sempurna. Namun hal itu tidak dijadikan oleh Andhika untuk terus melanjutkan hidup dalam menggapai mimpi-mimpinya. Andhika Indra Saputra, seorang penyandang cerebral palsy berbagi kisah dan inspirasi mengajak banyak pihak semakin memberikan kesempatan kepada disabilitas untuk mandiri dan tidak sekadar dijadikan sebagai pekerja.

Terlahir sebagai pekerja keras, pria berusia 30 tahun ini mampu bertahan dan melewati ujian yang dihadapinya. Tak jarang Andhika sering dipandang sebelah mata oleh keluarganya yang saat ini menetap di Cirebon, Jawa Barat. Terlebih Andhika merupakan satu-satunya penyandang difabel di keluarganya dan kerap menjadi bahan ejekan oleh teman-teman SD nya.

Keberanian akan keputusannya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan khusus penyandang difabel semakin memotivasi dirinya untuk terus hidup mandiri melalui berbagai dukungan dan semangat dari teman-temannya yang non-disabilitas. Inspirasi ini ditularkan oleh Andhika melalui berbagai ajang pameran dalam menampilkan karya seni Batik Tulis salah satunya di Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) di Jakarta Convention Center pada tanggal 25-29 April 2018.

Ia mengatakan setiap penyandang disabilitas berhak hidup setara dengan orang normal. Dibawah asuhan PT Zola Permata Indonesia sebagai wadah penyandang disabilitas untuk bertumbuh dan berkembang, karya-karya dalam melukis batik tulisnya tergugah dari semangat dan impiannya untuk berupaya hidup mandiri tanpa didampingi orang-orang non-disabilitas. Selama satu tahun, keahlian dalam menekuni batik tulis menjadi kesibukan sehari-hari Andhika demi menebar inspirasi kepada penyandang disabilitas lainnya di Indonesia.

Penyandang disabilitas lainnya turut memamerkan berbagai hasil kerajinan tangan dalam pameran INACRAFT yang dihadiri oleh 1.395 peserta, yaitu Komunitas Diffabel dari Kriya Mata Kucing, Bandung.

Kriya Mata Kucing di prakasai oleh Diana Sofian, Sumini Subiyanto, Elies Tri Delimayanti, Rini Puspita dan S. Ken Atik yang bertindak sebagai konseptor dan konsultan kreatif. Keluarga Kriya Mata Kucing dinaungi oleh 12 orang penyandang sindrom autisme yang memiliki karya seni dan kerajinan masing-masing.

Alasan Kriya Mata Kucing menaungi 12 penyandang difabel dari berbagai latar belakang bukan hanya menjadikan difabel yang mandiri dalam keseharian hidupnya, namun sebagai difabel yang mampu memartabatkan dan mensejahterakan hidupnya dengan membangun UKM (Usaha Kecil Mandiri).

Peran orangtua dalam mendidik para difabel sangatlah penting, melalui pola asuh keluarga dan konsultasi medis yang diterapkan orangtua secara sederhana dan ringan untuk dikelola.

Mendidik dengan pola asuh, karena yang paling utama membangun ketahanan keluarga. Kemudian medis, tetap harus ada pendampingan medis, disini peran psikiater. Namun yang terpenting peran pola asuh dan konsultasi medis sebagai tonggak utamanya” ujar Diana Sofian sebagai Ketua Umum Kriya Mata Kucing.

Pameran yang diluangkan bagi penyandang disabilitas ini mampu menarik perhatian khalayak para pengunjung. Seringkali pengunjung memberikan apreasi luar biasa kepada penyandang disabilitas dalam berkarya dan mengekspresikan bakat terpendam yang jarang dimiliki oleh difabel lainnya. Melalui pameran ini, diharapkan para penyandang disabilitas lain di Indonesia mampu hidup mandiri dan mengembangkan karya-karyanya dengan tekun dan pantang menyerah.

Fauziah Rivanda

Load More Related Articles
Load More By swarna
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Peringati Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa Gelar Langendriyan bersama Sanggar Suluk Nusantara

Pertunjukan Seni dan Tari asal Jawa yang dikenal Langendriyan yang ditampilkan oleh Sangga…