Home Berita Tan Malaka, Pahlawan Yang Terlupakan

Tan Malaka, Pahlawan Yang Terlupakan

4 min read
0
0
443

Sultan Ibrahim atau yang biasa dikenal dengan gelar Datuk Tan Malaka merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang dikenal dengan pemikiran-pemikirannya yang revolusioner.  Beliau adalah seorang pemimpin komunis dan politisi yang mendirikan partai Murba. Seorang tokoh yang berjiwa militan, radikal, dan nasionalis ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun sayangnya, seorang pahlawan kemerdekaan Indonesia yang pernah melawan kekuasaan pemerintah Hindia-Belanda ini hampir terlupakan oleh masyarakat khususnya kaum muda yang hidup di zaman milenial ini.

Daniel Rudi Haryanto (40) menganggap bahwa Kisah Tan Malaka patut ditelusuri jejak dan sejarahnya. Sebagai sutradara film dokumenter professional, ia menggarap sebuah film dokumenter  berjudul “The Life and Times of Maha Guru Tan Malaka” yang perankan oleh Rolando Oktavio Purba. Pemutaran film dokumenter Tan Malaka dan diskusinya, digelar oleh @america di Pasific Place Mall Lantai 3 pada Sabtu, 19 Mei 2018 lalu.  Dihadiri oleh Daniel Rudi Haryanto sebagai Director of Maha Guru Tan Malaka, Ronaldo Oktavio Purba sebagai Actor of Maha Guru Tan Malaka, dan Triana Wulandari sebagai Director of History of The Ministry of Education dan Culture serta moderator oleh Sebastian Partogi dari The Jakarta Post.

Film berdurasi 24 menit ini menceritakan Marko (25) yang diperankan oleh Rolando Oktavio Purba dalam mencari karakter dan sejarah Tan Malaka di negeri Belanda. Sejak pertemuan Marko dengan Dr. Harry Poeze terkuak sedikit rahasia dan perjalanan hidup Tan Malaka serta sejarah Republik Indonesia.

Digagas oleh Direktoral Jendral Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pelaksanaan Syuting dilakukan di dua negara berbeda yaitu Belanda dan Prancis selama hampir satu bulan. Direktoral Jendral Kementerian dan Kebudayaan juga mengucurkan dana 175 juta dalam memfasilitasi proses produksi film yang sebelumnya sempat dilarang pemutarannya oleh berbagai pihak.

Daniel Rudi menilai bahwa seorang Tan Malaka dengan jasa-jasanya harus dikenang oleh kaum muda Indonesia dan semakin menghargai pahlawan-pahlawan kemerdekaan Indonesia lainnya. “Film ini diputar untuk memperkokoh rasa kebangsaan ditengah tantangan zaman saat ini ketika kaum muda dikaitkan dengan keyakinan (beragama) sebagai jaminan dan tolak ukur kebenaran”, ujarnya dalam pemutaran film dan diskusi yang berlangsung dari pukul 16.00-17.30 WIB.

Direktur Sejarah, Triana Wulandari mengatakan akan membuat langkah kedepan untuk menumbuhkan minat belajar anak terhadap pelajaran Sejarah melalui film-film pendek.

“Membuat suatu terobosan yaitu mempelajari sejarah diharus secara tekstual, tetapi dengan pembuatan film pendek seperti ini yang memberikan fasilitasi kepada komunitas-komuniatas film yang mengangkat kesejarahan” ujarnya.

 

Penulis: Fauziah Rivanda

Load More Related Articles
Load More By swarna
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Peringati Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa Gelar Langendriyan bersama Sanggar Suluk Nusantara

Pertunjukan Seni dan Tari asal Jawa yang dikenal Langendriyan yang ditampilkan oleh Sangga…