Home Berita Palestina Tolak Konferensi Manama di Bahrain

Palestina Tolak Konferensi Manama di Bahrain

5 min read
0
0
142
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al Shun dalam konferensi pers pada Rabu 26 Juni 2019

(SwarnaInstitute.org). Konferensi Manama yang diinisiasi oleh Amerika Serikat bersama Israel di tolak oleh Palestina. Palestina menolak hadir dalam konferensi yang berlangsung tanggal 25-26 Juni 2019 dan menentang kerjasama “The Deal of Century” atau “Kesepakatan Abad Ini” yang dicetuskan oleh Amerika Serikat dengan alih-alih membangun proyek ekonomi bagi rakyat Palestina.

Zuhair Al Shun, Duta Besar Palestina untuk Indonesia menilai “Kesepakatan Abad Ini” tidak akan menghasilkan kemerdekaan bagi rakyat Palestina. Ia menganggap jika Palestina telah merdeka dan berdaulat, maka bangsa Palestina mampu bangkit secara ekonomi, pendidikan, dan bidang lainnya.

“pendudukan Israel terhadap tanah Palestina telah berlangsung semenjak seratus tahun, kami ingin menyampaikan tujuan kami untuk bisa berkembang sebagaimana rakyat lainnya ingin berkembang. Selama masih ada penjajahan di tanah kami, maka impian kami untuk bisa bangkit akan sulit terwujud”, tutur Zuhair dalam Konferensi Pers, di Kedutaan Besar Palestina-RI. Rabu (26/6).

Upaya perdamaian antara negara Israel dan Palestina melalui konferensi tersebut bukan langkah tepat untuk memulihkan hubungan kedua negara yang telah lama bersitegang. Zuhair memboikot konferensi tersebut yang mana hanya menguntungkan proyek-proyek ekonomi besar Amerika bersama Israel di tanah Palestina.

“Proyek Amerika yang didukung dengan Konferensi Manama tersebut memberikan tanda dalam mendukung pemukiman Israel di tanah Palestina, ini merupakan beban bagi proses perdamaian karena Israel tidak memiliki hak dalam mengurus perkara-perkara yang ada di tanah kami”, ujar Zuhair.

“Kesepakatan Abad ini”, merupakan bagian upaya dari gagalnya kebijakan Trump”, tambah Zuhair.

“The Deal of Century” bagi Zuhair merupakan wujud dari pengukuhan Amerika atas Yerusalem sebagai ibukota Israel dan pengesahan untuk pemukim juga pemerintah Israel dalam menguasai dan menjajah tanah Palestina. Sikap Zuhair jelas, bahwa Yerusalam adalah daerah otoritas Palestina semenjak berakhirnya kependudukan Israel pada tahun 1967. Ia juga mengecam pemindahan Kedutaan Besar oleh semua negara dari Tel Aviv ke Yerusalem yang berupaya serupa mendukung kebijakan presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Yerusalem adalah garis merah bagi kami. “Kesepakatan Abad Ini” yang kami sebut “Kesepakatan Terburuk merupakan penegasan bahwa Yerusalem merupakan ibukota dari Israel dan legalisasi bermukim untuk bangsa Israel”, ujar Zuhair.

“Kesepakatan Abad ini” merupakan sebagian upaya gagal dari kebijakan Trump”, tegas Zuhair.

Pengelolaan Bantuan yang rencananya akan diberikan untuk Palestina dari Amerika melalui Konferensi Manama tidak kongkret diserahkan kepada Palestina. Upaya “Licik” yang dinilai oleh Zuhair terhadap Amerika di kawasan Timur Tengah menunjukan adanya tujuan untuk memperjual belikan Palestina demi kepentingan Israel semata.

“Mengapa bantuan yang ingin diberikan dari berbagai negara ini harus melewati Amerika dan Israel?. Mengapa tidak diberikan langsung kepada pemerintah Palestina untuk dikelola sendiri saja. Ini merupakan tanda yang jelas dari Upaya “Licik” Amerika di Kawasan Timur Tengah dengan tujuan memperjual belikan Palestina untuk kepentingan Israel”, kata Zuhair.

Menurut Zuhair, kemerdekaan berdaulat bagi rakyat Palestina baiknya direalisasikan melalui Resolusi Konflik International Israel-Palestina di Dewan Keamanan (DK) PBB. Hal ini dilakukan agar permasalahan di berbagai negara-negara rentan dapat ditangani secara international sesuai keputusan bersama.

“Pentingnya menjalankan keputusan Resolusi International yang disahkan di lembaga international (PBB). Ini adalah metode bagi permasalahan yang ada secara international khususnya negara-negara yang rentan”, ujar Zuhair.

Penulis: Fauziah Rivanda.

Load More Related Articles
Load More By swarna
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Peringati Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa Gelar Langendriyan bersama Sanggar Suluk Nusantara

Pertunjukan Seni dan Tari asal Jawa yang dikenal Langendriyan yang ditampilkan oleh Sangga…