Home Berita Feminisme Bukan Ajaran Islam? Felix Siauw: Islam Menempatkan Perempuan pada Fitrah-Nya

Feminisme Bukan Ajaran Islam? Felix Siauw: Islam Menempatkan Perempuan pada Fitrah-Nya

5 min read
0
9
665
Ustad Felix Siauw bersama Tim Dakwah HijabAlila saat membahas buku “Wanita Berkarir Surga”

Swarnainstitute.org. Perempuan dalam persfektif agama memiliki pandangan khusus terhadap sifat dan karakter dari jatidiri perempuan terlebih pada Islam. Tak jarang pemahaman mengenai hakikat seorang perempuan dalam Islam sering bertentangan dengan kebebasan perempuan berekspresi yang mengupayakan kesetaraan gender dalam feminisme. Cenderung memerdekakan diri dari gejolak dominan laki-laki atas kuasa perempuan, justru tak sedikit perempuan lupa akan hakikatnya sebagai pendamping laki-laki yang mana dalam Islam menjadi pasangannya untuk beribadah kepada Yang Maha Kuasa.  Premis ini kadung membatasi pemikiran perempuan terutama dalam agama Islam sendiri untuk menjalani dua peran penting kala dihadapkan bak di persimpangan untuk memilih menjadi perempuan yang merdeka namun sesuai pada fitrah-Nya.

Kondisi tersebut membuat pegiat sosial media sekaligus ustad kondang, Felix Siauw mentransformasikan kaidah dan ajaran Islam dalam sebuah buku berjudul, “Wanita Berkarir Surga”.

Bagi Felix, posisi perempuan dalam Islam pada dasarnya harus berjalan dalam koridor agamanya tatkala di tengah minoritasnya hak perempuan yang berusaha mewujudkan kemerdekaan berekspresi dan berkarya bagi dirinya.

“Disitulah letaknya Islam bekerja. Islam menempatkan perempuan pada fitrah penciptaan-Nya yang kemudian seharusnya berjalan pada rel (fitrah) ini. Yang mana dia (perempuan) melaksanakannya secara maksimal, tapi tidak keluar dari pada jalur. Itulah kita pilih nama (buku) nya “Wanita Berkarir Surga”.

Buku yang dirintis bersama tiga orang muslimah, Annisa Mujadilah, Evhie Rismawaty, dan Sarah Hanifah sejak tahun 2017 tersebut menjelaskan bahwa perempuan mampu meniti karir dan pengetahuan sebanyak-banyaknya namun tetap menjaga kehormatan seorang wanita dan diberkahi oleh ridho Allah SWT.

“Wanita boleh berkarir, tapi ada karir-karir lainnya yang paling mulia dan sudah pasti mengantarkan wanita pada surganya Allah, yakni yang sesuai pada aturan-aturan Allah. Ketika kita meraih ridho Allah itulah makna kesuksesan yang sebenarnya”, ucap Felix Siauw saat mengulas bukunya di Indonesia International Book Fair (IIBF) Rabu, 4/9 lalu.

Felix Siauw juga mengatakan adanya situasi dilema perempuan terhadap kehidupan karir di zaman materialisme dan kapitalisme yang saat ini pelik untuk diterapkan sesuai ajaran Islam. Baginya, Liberalisme yang mengusung paham feminis tidak sesuai dengan ajaran Islam yang sebenarnya, sehingga terjadi kondisi para muslimah perempuan yang kian keluar dari garis fitrah-Nya.

“Perempuan sekarang sedang berada ditengah-tengah dua godaan, satu godaaan bahwa perempuan seolah-olah tidak boleh berkarya dan disisi yang satu lagi perempuan seolah-olah dibebaskan sebebas-bebasnya, karena liberalisme menjadikan perempuan-perempuan itu bermental feminisme yang salah”, tuturnya kepada Swarna.

Salah seorang penulis buku tersebut, Evhie Rismawaty memandang kondisi saat ini tidak mudah dijalani bagi perempuan-perempuan muslim yang berupaya berkarir dan beribadah. Dalam sejarah pengajaran Islam, ia meneladani sosok Siti Khadijah sebagai seorang perempuan yang sepenuhnya beribadah kepada Allah.

“Kita harus mencontoh wanita-wanita pada zaman dahulu salah satunya Siti Khadijah. Hiasan di dunia ada, dan dekat dengan kekuasaan tapi ia mengorbankan dirinya untuk dakwah dan taat kepada Allah”, tutur Evhie yang aktif menjadi Tim Dakwah Hijabalila milik istri Felix Siauw, Ummi Alila.

Penulis: Fauziah Rivanda

Load More Related Articles
Load More By swarna
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Peringati Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa Gelar Langendriyan bersama Sanggar Suluk Nusantara

Pertunjukan Seni dan Tari asal Jawa yang dikenal Langendriyan yang ditampilkan oleh Sangga…