Home Berita Peace Train ke 4 Diikuti Pemuda Lintas Agama Luar Pulau Jawa

Peace Train ke 4 Diikuti Pemuda Lintas Agama Luar Pulau Jawa

6 min read
0
0
1,254

Jakarta, Swarna Institute.org. Sukses menggelar kunjungan traveling lintas agama di Jakarta – Yogyakarta bulan Januari lalu, Peace Train Indonesia kembali menjelajahi kota Bandung, Jawa Barat pada 23  – 25 Maret 2018 mendatang dalam Program Peace Train Indonesia 4 Jakarta – Bandung.

Perjalanan Peace Train Indonesia serentak diikuti oleh 35 peserta dari berbagai agama yang berasal dari Medan, Riau, Manado, Jabodetabek, Bandung, Madura, dan Papua. Ke-35 peserta, ditemani oleh 3 orang fasilitator, yakni Anick HT, Frangky Tampubolon, Ahmad Nurcholish,   yang merupakan penggagas dari program ini. Ketiganya dibantu oleh Stefie, Mia Aulia dan Ella Persi yang merupakan alumni Peace Train Indonesia 1, 2 dan 3.

Daerah yang dituju oleh Peace Train Indonesia yakni Bandung dan Cimahi, Jawa Barat. Di kota-kota ini peserta akan mengunjungi komunitas agama-agama, komunitas penggerak perdamaian, rumah-rumah ibadah, dan tokoh-tokoh yang dianggap sebagai aktor penting toleransi dan perdamaian antar agama. Mereka akan berproses untuk saling belajar, berbagi cerita, berdialog, bekerjasama, mengelola perbedaan, berkampanye, dan menuliskan pengalaman perjumpaan dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan.

Salah satu penggagas program traveling lintas agama yang menggunakan kereta api ini, Pdt. Frangky Tampubolon memiliki dua target penting dari perjalanannya yaitu, Kampanye menangkal ujaran kebencian dan informasi bohong (hoax). Menurut ketua Forum Bhinneka Nusantara ini, Intelijen dunia digital pemerintah merilis setiap hari terdapat sekitar 44,33% pergerakan penyebaran berita hoax. Ia berharap kaderisasi dilakukan oleh kelompok millenial sebagai inisiator dan penggerak toleransi perdamaian.

“Ada dua target penting dari Peace Train Indonesia 4 ini. Pertama, kampanye menangkal ujaran kebencian dan informasi bohong (hoax). Kedua, kaderisasi masif bagi kelompok pemuda milenial untuk menjadi inisiator dan penggerak toleransi dan perdamaian,” imbuh rohaniawan muda Protestan ini.

“Peace Train Indonesia ini kami dedekasikan bagi para pemuda dari berbagai agama untuk, pertama,  saling kenal, berinteraksi dan berbagi pengalaman sembari belajar bagaimana berperan serta dalam membangun perdamaian di Tanah Air. Kedua, mempertemukan jaringan komunitas lintasagama dan penggiat kebinekaan dan perdamaian di Jawa Barat agar lebih kuat dan strategis dalam menumbuhkan nilai dan sikap toleransi serta membangun perdamaian,”imbuh Ahmad Nurcholish, Koordinator Studi Agama dan Perdamaian Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).

Selain lembaga-lembaga penggagas Peace Train Indonesia, seperti Forum Bhinneka Nusantara, Sekolah Damai Indonesia (Sekodi), Demokrasi.id, dan ICRP, pelaksanaan program bekerjasama dengan lembaga-lembaga jaringan dan rumah ibadah di Bandung dan Cimahi Jawa Barat, antara lain: Yayasan Bhinneka Nusantara, Vihara Stya Budhi, Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia (IJABI), Gereja St. Mikael, Pura Agung Wira Loka Natha, Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Astana Anyar, Sunda Wiwitan Cirendeu, dan Pakuan Bandung.

“Kegiatan seperti ini harus dilakukan sesering mungkin di seluruh Indonesia. Rasa keberagaman sebaiknya ditularkan terus menerus di masyarakat. Sekarang tantangannya bagaimana semua orang tertarik dan bisa mengakses kegiatan-kegiatan serupa dengan mudah agar tidak lupa dengan keIndonesiaannya, “ tutur Lioni Beatrik Tobing, direktur Sekodi, Bandung.

Acara akan dihadiri sejumlah tokoh agama dari berbagai agama, seperti Romo Hariyanto (Rohaniawan Katolik), Uung Sendana (Ketua Umum Matakin), M. Mukhlisin (Kepala Sekolah Guru Kebinekan Yay. Cahaya Guru), dan Pdt. Sylvana Ranty (Kantor Staff Presiden RI). Hadir pula Abdiel Fortunatus Tanias, Ketua Departemen Remaja Pemuda Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Lily Huang (Ketua Kafkaf Foundation), dan para alumni Peace Train Indonesia 1 – 3.

Rutin menggelar program ini secara regular setiap dua bulan dengan tujuan kota yang berbeda, guna mengeksplorasi keanekaragaman kota di Indonesia yang dijangkau melalui moda kereta api, dan melibatkan komunitas muda lintas agama. Program ini juga merupakan bagian dari program nasional Peace Train bertajuk “Narasi Damai Nusantara” yang digagas oleh ICRP, Wahid Foundation, dan Grup Kompas Gramedia.

 

Penulis: Fauziah Rivanda

Editor: Banu Syairi

 

Load More Related Articles
Load More By swarna
Load More In Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also

Ormas Barupas Gelar Deklarasi Dukung Penuh Pradi-Afifah

Jajaran pengurus BARUPAS dalam deklarasinya mendukung Pradi Supriatna dan Afifah Alia seba…